PARAMETER KUALITAS AIR

 

PARAMETER KUALITAS AIR

NAMA                         : Mufti Nazira
NPM                             : E1I023024
MATA KULIAH          : Metode Analisis Kualitas Air
DOSEN PENGAMPU Dr. Yar Johan, S. Pi ., M.Si.

Penelitian Wadi'ah et al., (2025) 
Parameter fisik dan kimia > TDS, TTS, pH
    1. Alat dan bahan yang digunakan:

Parameter

Alat

Bahan

TDS & pH

a.  gelas beaker berkapasitas 100 mL  dan 250 Ml

b.  perangkat multiparameter portabel XS Revio

a.  Sampel air Sungai

b.  karbon aktif komersial bermerek KDK

TTS

a.  oven

b.  desikator

c.  gelas beaker 100 mL dan 250 mL

d.  Erlenmeyer

e.  corong kaca

f.  timbangan analitik

a.  air Sungai

b.  karbon aktif komersial merek KDK

c.  kertas saring dalam bentuk lembaran

    2. Metode pengambilan data
        Pengukuran parameter kualitas air dilakukan terhadap pH, TDS, dan TSS pada dua kondisi, yaitu sebelum dan sesudah perlakuan dengan karbon aktif. Seluruh pengujian mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater (APHA, 2017) sebagai tolok ukur kualitas air. Parameter pH dan TDS diukur menggunakan alat multiparameter portabel XS Revio sesuai prosedur SNI 06-6989.11-2004 untuk pH dan SNI 06-6989.27-2005 untuk TDS. Sebanyak 100 mL sampel dimasukkan ke dalam gelas beaker, kemudian elektroda multiparameter dicelupkan ke dalam sampel. Setelah pembacaan stabil, nilai pH dan TDS dicatat. Parameter TSS diukur menggunakan metode gravimetri mengacu pada SNI 06-6989.3-2004 atau APHA 2540 D, yaitu dengan menghitung selisih massa kertas saring sebelum dan sesudah proses filtrasi. Nilai TSS dihitung berdasarkan Persamaan (1), yang merepresentasikan massa partikel tersuspensi per volume sampel dalam satuan mg/L, dimana 𝑊1 adalah massa kertas saring sebelum filtrasi (mg), 𝑊2 massa kertas saring setelah filtrasi dan pengeringan (mg), dan 𝑉 adalah volume sampel (L)
    3. Analisis Data
        


Penelitian Subadar et al., (2025)
Parameter kimia > suhu
    1. Alat yang digunakan: thermometer digital
    2. Metode pengambilan data
            Pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari dua jenis, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui survei lapangan yang dilakukan di beberapa titiksungai yang mengaliri lahan pertanian. Pengukuran lapangan mencakup parameter suhu. Pengumpulan data ini dilakukandengan menggunakan instrumen digital seperti thermometer digital. Titik-titik pengambilan sampel ditentukan secara purposif berdasarkan observasi lapangan dan pertimbangan letak geografis yang mencakupbagian hulu, tengah, dan hilir sungai, guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi kualitas air yang mengalir ke lahan pertanian. Sementara itu, data sekunder diperoleh dari citra satelit Sentinel-2 yang diakses melaluiplatform Google Earth Engine (GEE).
    3. Analisis data
          Suhu air di lokasi pengukuran berada dalam rentang 25,5°C hingga 27,0°C. Suhutertinggi tercatat di Sumberporong 2 (27,0°C), sementara suhu terendah berada di Ketindan2 (25,5°C). Suhu di seluruh lokasi relatif stabil tanpa perbedaan ekstrem.


Penelitian Nisak et al., (2025)
Parameter Mikrobiologi > Fecal Coliform (E.coli)
    1. Alat dan bahan yang digunakan:
         Pada uji parameter mikrobiologi yang didukung parameter fisika meliputi suhu (℃) menggunakan termometer, dan kekeruhan air (m) menggunakan keping secchi, serta parameter kimia yang mengukur pH air tersebut menggunakan alat pH meter. Parameter mikrobiologi meliputi pemeriksaan bakteri Coliform dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu pengambilan sampel, tahap persiapan, dan uji laboratorium.
    2. Metode pengambilan data
        Pengambilan air sampel menggunakan metode purposive sampling, dan penelitian ini menggunakan eksperimen dengan uji laboratorium. Jumlah cemaran Coliform fecal (E. coli) dihitung dengan menggunakan metode Most Probable Number (MPN). Adapun waktu penelitian ini dilaksanakan selama bulan Mei-Juli 2023. Uji laboratorium dilakukan di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang dengan mengambil sampel air dari sungai Sekanak daerah 22 Ilir dan sungai Sekanak daerah Bukit Besar Demang Lebar Daun, Palembang. Sampel diambil dari dua belas titik, yaitu lima titik pada sungai daerah 22 Ilir dan tujuh titik pada sungai daerah Bukit Besar. 
    3. Analisis Data




Penelitian Umadji et al., (2025)
Parameter fisik > Kekeruhan
    1. Alat dan bahan yang digunakan:

Parameter fisik

Alat

Bahan

Kekeruhan

Turbidity Meter Lutron TU-20162

a. Satu air dari intake

b. Satu sampel air dari bak reservoir

    2. Metode pengambilan data
        Lokasi pengambilan sampel berada diintake dan bak reservoir Unit Pengolahan Air Bersih Kota Gorontalo. Dalam penelitian ini terdapat 2 sampel air, 1 sampel dari air intakedan 1 dari air di bak reservoir. Lokasipengukuran tingkat kekeruhan air dilakukan diLaboratorium Unit Pengolahan Air Bersih.
    3. Analisis Data
        Berdasarkan hasil pengukuran untuk air intake (sungai) bernilai 66 NTU, jika merujuk pada Permenkes no 416 Tahun 1990, air sungai dengan kekeruhan 66 NTU tidak memenuhi standar untuk digunakan sebagai air minum. Setelah melewati beberapa proses pengolahan air maka didapat hasil pengukuran untuk air reservoir didapat 2,28, berdasarkan Permenkes no 416 Tahun 1990 tentang standar kualitas air bersih dan air minum maka hasil nilai kekeruhan reservoir yang didapatkan sudah sesuai standar baku mutu dan air sudah siap dialirkan ke konsumen.


Penelitian Jupri et al., (2025)
Parameter Kimia > BOD, COD
    1. Alat dan bahan yang digunakan:


Alat

Bahan

Peralatan Lapangan

a.  botol sampel steril

b.  Cool box

c.  ember

d.  tali pengikat

e.  notebook

f.  kamera smartphone


Peralatan Laboratorium

a.  spektrofotometer UV-Vis

b.  oven

c.  neraca analitik



a.  buffer standar

b.  reagen winkler

c.  reagen kalium dikromat

d.  asam sulfat

e.  natrium tiosulfat  

    2. Metode pengambilan data
        Sampel air diambil menggunakan metode grab sampling, yaitupengambilan sampel sesaat yang mewakili kondisi pada waktu tertentu (Purwonoet al., 2019). Sampel dimasukkan ke dalam botol steril, disimpan dalam cool boxbersuhu ±4°C, dan dianalisis maksimal 24 jam setelah pengambilan. Setiap titikdiambil tiga kali ulangan untuk meningkatkan validitas data.
    3. Analisis data
        Kadar Dissolved Oxygen (DO) di Sungai Belimbing berkisar antara 3,62–6,02 mg/L. Nilai DO yang relatif rendah terutama ditemukan di bagian hilir padamusim kemarau, bertepatan dengan tingginya Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD). Keduanya mencapai 12 mg/L dan115 mg/L, jauh melampaui baku mutu air kelas II (BOD ≤3 mg/L; COD ≤25mg/L) berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021. Nilai tersebut menunjukkan beban bahan organik dan kimia yang tinggi,terutama dari limbah domestik dan pertanian. Tingginya nilai BOD dan COD menandakan aktivitas dekomposisi bahan organik intensif, yang pada akhirnyamengonsumsi oksigen terlarut dan menurunkan kualitas habitat biota air (Novita et al., 2020).

Penelitian Ulum et al., (2025)
Parameter kimia dan fisik > pH, TDS, DO, logam berat,amonia, dan nitrat
    1. Alat dan bahan yang digunakan:

Alat

Bahan

a. pipet tetes

b. gelas kimia

c. pH meter

d. TDSmeter

e. monitor test kit DO

f. amonia test kit

g. nitrate test kit

h. kertas uji heavy metal 1 buah

i. kertas ujimulti-parameter (7 in 1) kualitas air 1 buah.

a. reagen DO 1 sebanyak 3 tetes

b. reagen DO 2 sebanyak 3 tetes

c. reagen DO 3

d. reagen DO T sebanyak 3 tetes

e. reagen nitrat 1 sebanyak 5 tetes

f. reagen amonia 1 sebanyak 5 tetes

g. reagen ammonia 2 sebanyak 5 tetes

    2. Metode pengambilan data
            Pengambilan sampel air sungai dilakukan pada titik terdekat PT Mertex Mojokerto pada tanggal 19 September 2025 pukul 06.30 WIB pada cuaca cerah. Baku mutu air yang digunakan sebagai acuan adalah baku mutu air pada kelas II. Hal ini dikarenakan lokasi pengambilan sampel air sungai memungkinkan digunakan untuk mengairi tanaman. Berdasarkan PP Nomor 22 tahun 2021, kelas II merupakan air yang digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, dan mengairi pertanaman. Dalam beberapa uji digunakan test kit, dimana uji menggunakan test kit memiliki keterbatasan diantaranya parameter uji yang terbatas, rentang pengukuran yang terbatas, dan akurasi yang lebih rendah.
    3. Analisis data


Penelitian Vincentius et al., (2025)
Parameter kimia > salinitas
    1. Alat dan bahan yang digunakan: alat tulis, kamera, meter, bambu, pH meter, water quality tester
    2. Metode pengambilan sampel
Pengukuran kualitas air (salinitas dan pH tambak) menggunakan peralatan pH meter
    3. Analisis data


Penelitian Shilman et al., (2025)
Parameter kimia > alkalinitas
    1. Alat dan bahan yang digunakan:

Alat

Bahan

a. Alat kualitas air digital

b. botol sampel

c. cool box

d. peralatan uji kualitas air di laboratorium

e. plastik HDPE

f. plastik terpal

g. kincir air

h. plastik packing

a. air tambak

b. benur udang

c. oksigen terlarut


    2. Metode pengambilan sampel
        Pengambilan data pertumbuhan dan kualitas air diperoleh dari pengukuran di lapangan dan pengujian dilaboratorium. Sampel air untuk pengujian dilaboraturium diambil pada bagian kolom air dengan menggunakan botol sampel, posisi pengambilan sampel air sekitar 40-50 cm dari permukaan air. Botol sampel yang akan diuji dilaboratorium, telah dilapisi dengan plastik hitam dan disimpan dalam coolboxs untuk menghindari kontaminasi dancahaya matahari. Parameter yang diamati pada kegiatan ini meliputi Parameter Fisika, Kimia dan Biologi. Parameter fisika meliputi Alkalinitas. Informasi mengenai manajemen kualitas air di tambak dan aktivitas budidaya lainnya diperoleh dengan melakukan wawancara terhadap teknisi ataupun pemilik usaha tambak tersebut.
    3. Analisis Data
           Hasil pengujian alkalinitas menunjukkan variasi yang cukup signifikan antar umur pemeliharaan: DOC 12 = 97,9mg/L, DOC 28 = 112,3 mg/L, DOC 56 = 40,8 mg/L, dan DOC 64 = 120,4 mg/L. Berdasarkan pedoman kualitas air budidaya,kisaran normal alkalinitas yang dianjurkan adalah 50–100 mg/L, dengan angka ideal 100–150 mg/L untuk tambakintensif (KEPMEN-KP/15, 2022). Nilai alkalinitas yang berada pada DOC 28 dan DOC 64 sesuai dengan rentang ideal,sehingga mendukung stabilitas sistem budidaya. Sebaliknya, nilai rendah pada DOC 56 (40,8 mg/L) mengindikasikankelemahan kapasitas buffer air, yang berpotensi membuat pH tambak lebih mudah berfluktuasi. Kondisi ini dapatmenyebabkan stres fisiologis pada udang vaname karena tingginya variabilitas lingkungan dan peningkatan bebanosmoregulasi.


Penelitian Fiqri dan Elvania (2025)
Parameter kimia > Besi (Fe)
    1. Alat dan bahan yang digunakan:

Alat

Bahan

a. Spektrofotometri UV-Vis Prove 600

b. kuvet 10 mm

c. mikropipet

d. tabung reaksi

e. rak tabung reaksi

f. gelas beaker

g. stopwatch

h. tisu

i. alat tulis

a. barcode Besi (Fe)

b. reagen Besi (Fe)

c. Sampel air bersih 5 ml

d. aquades


    2. Metode pengambilan sampel
        Jumlah sampel yang diuji sebanyak empat sampel, yang masing-masing berasal dari lokasi pengambilan yang berbeda. Pengambilan sampel air dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku di Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Bojonegoro. Sampel air diambil dalam kondisi siap uji dan dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan parameter kimia. Selanjutnya, sampel air diambil sebanyak 5 mL menggunakan mikropipet, kemudian dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang telah diberi label. 
    3. Analisis data


Penelitian Hendrawan, (2008)
Parameter kimia > minyak dan lemak
    1. Alat dan bahan yang digunakan

Alat

Bahan

a. botol sampel

b. cooler box

c. corong pemisah

d. oven

e. neraca analitik

f. gelas-gelas kimia


a. larutan H₂SO₄

b. Sampel air Sungai Ciliwung yang sudah diawetkan dengan larutan H₂SO₄ 


    2. Merode pengambilan sampel
        Pengambilan contoh dilakukan pada 10 stasiun. Lokasi penelitian yang termasuk seg men daerah hulu adalah Cisarua Bogor, Gadog Bogor, Kedung Halang dan Kelapa Dua (Sreng seng Sawah). Segmen daerah tengah adalah Ka libata, Kampung Melayu, Manggarai dan Gun tur. Sedangkan segmen daerah hilir adalah Jl. Kyai Haji Mas Masyur dan Jl. Teluk Gong. Pengambilan contoh air dilakukan 1 kali pada bulan April 2005. Contoh air sungai pada masing-masing stasiun diambil secara vertikal dan dilakukan komposit. Preservasi contoh air dengan memberikan larutan H2SO4 sampai pH < 2, kemudian diberi label dan disimpan di da lam cooler box untuk selanjutnya diperiksa di laboratorim dengan menggunakan metode Partisi-Gravimetri. 
    3. Analisis data

REFERENSI
Fiqri, A. H., dan Elvania, N. C. 2025. Pengujian Kadar Besi (Fe) Pada Air Bersih dengan Metode                     Spektrofotometri UV-Vis di Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Bojonegoro. Baselang.             5(2): 229-234.
Hendrawan, D. 2008. Kualitas air Sungai Ciliwung ditinjau dari parameter minyak dan lemak. Jurnal             Ilmu-ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia. 15(2): 85-93.
Jupri, A., Aisyah, N., Supardiono, S., Hidayati, L., Fadli, F., dan Husain, P. 2025. Monitoring Kualitas             Air Berdasarkan Parameter Fisika, Kimia, dan Biologi di Sungai Belimbing, Lombok Timur.                 Educatoria: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. 5(3): 262-271.
Nisak, F. H., Sari, M. M., RA, R. A., Dwitanto, A., Nurseha, T., dan Sunarti, R. N. (2025). Penilaian                  Kualitas Air Sungai Sekanak dengan Pendekatan Mikrobiologi. Spizaetus: Jurnal Biologi dan                   Pendidikan Biologi. 6(1): 1-8.
Novita, E., Pradana, H. A., dan Dwija, S. P. 2020. Kajian Penilaian Kualitas AirSungai Bedadung di                   Kabupaten Jember. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. 10(4): 699-714
Shilman, M. I., Purnamawati, P., Susanti, R., dan Redha, A. R. 2025. Performance Kualitas Air Tambak         Terhadap Kondisi Pertumbuhan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei). Jurnal Akuatiklestari.               9(1): 125-135.
Subadar, N., Jamil, A. M. M., dan Surjati, E. 2025. ANALISIS KUALITAS AIR SUNGAI UNTUK                    PERTANIAN MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL 2 DI KECAMATAN LAWANG                            KABUPATEN MALANG. Inovasi Pendidikan Nusantara. 6(3).
Ulum, O. T., Dayinia, M. E., Ainun, N., dan Pramesty, S. D. 2025. ANALISIS KUALITAS AIR                      SUNGAI DI SEKITAR PT MERTEX MOJOKERTO BERDASARKAN PARAMETER FISIKA,             KIMIA, DAN LOGAM BERAT. Unesa Journal of Chemistry. 14(2), 50-55.
Umadji, N. I. R., Nurviani, S., dan Sahabir, B. C. 2025. Pengaruh Dosis Alumunium Sulfat Terhadap              Parameter Kekeruhan Pada Bak Intake Dan Resevoir Di Unit Pengolahan Air Kota Gorontalo:               The Effect Of Aluminum Sulfate Dosage On Turbidity Parameters In The Intake And Reservoir               Tanks At The Water Treatment Unit Gorontalo City. Journal of Environmental Engineering                     Research. 3(1): 8-12.
Vincentius, A., Pale, C. O. N., dan Tei, M. T. D. 2025. PARAMETER FISIK (LUAS, KEDALAMAN)              DAN KUALITAS AIR (SALINITAS, pH AIR) TAMBAK PADA STASIUN PERIKANAN                    BUDIDAYA AIR PAYAU (BRACKISHWATER AQUACULTURE STATION) NDETE DESA                REROROJA KECAMATAN MAGEPANDA KABUPATEN SIKKA. AQUANIPA-Jurnal Ilmu                Kelautan dan Perikanan. 7(1): 62-72.
Wadi'ah, N., Pandiangan, M., Irlamaida, S., Nuryadin, A., dan Subagiyo, L. 2025. Efektivitas Karbon                 Aktif Terhadap TSS, TDS, Dan pH Air Sungai Mahakam. Jurnal Redoks. 10 (2): 153-161.

#Universitasbengkulu
#Ilmukelautan
#Yarjohan
#Tugaskedua

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEARIFAN LOKAL KONSERVASI BIOTA LAUT DI INDONESIA DAN STATUSNYA

REVIEW JURNAL