REVIEW JURNAL


REVIEW JURNAL

Judul

Integrated management strategy of coastal rehabilitation for controlling coastal erosion: A case study of the coastal area of Karawang Regency, West Java, Indonesia

Jurnal

In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science

Volume/Nomor

VOL. 1147/ 1

Tahun

2023

Penulis

Oleh: Medi Nopiana, Fredinan Yulianda, Achmad Fahrudin, Gatot Yulianto, Dan Made Panji Teguh Santoso


Reviewer

Mufti Nazira

NPM

E1I023024

Kelas

B


Introduction

Erosi pantai di Kabupaten Karawang telah menyebabkan kerusakan pada pemukiman, kolam, sawah, dan infrastruktur di wilayah pesisir. Fauzie (2017) menjelaskan bahwa selama periode 1988 hingga 2015 garis pantai yang terkikis mencakup 33,74 km atau 45,81% dari total panjang garis pantai wilayah pesisir Kabupaten Karawang. Sedangkan luas kerusakan pantai mencapai 418, 52 ha, dan garis pantai mundur ke daratan antara 76, 15 hingga 157, 86 m. Kerusakan pantai akibat erosi pantai juga diperburuk oleh banjir pasang (Fauzie, 2016). Pasaribu dkk. (2017) juga berpendapat bahwa sebagian kerusakan didaerah pantai Karawang diakibatkan oleh abrasi dan mengalami sedimentasi.

Upaya rehabilitasi pantai yang telah dilakukan selama ini belum optimal karena masih terjadi erosi Pantai sampai saat ini, hal ini diperlukan kajian yang menghasilkan berbagai strategi untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan upaya rehabilitasi pesisir kabupaten karawang. Menurut Putri et al. (2023) kerusakan mangrove di sekitar Pantai karawang akibat abrasi dan sedimentasi membuat perlunya rehabilitasi mangrove di kawasan pesisir Kabupaten Karawang namun, upaya ini dilakukan sendiri-sendiri tanpa ada kerjasama yang membuat upaya rehabilitasi tersebut dapat dipertahankan. 

Method

Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dan analisis data, data primer studi dikumpulkan dari pengamatan, kuesioner, dan wawancara dengan para pemangku kepentingan di wilayah pesisir Kabupaten Karawang. Analisis data dilakukan untuk merumuskan strategi pengelolaan rehabilitasi pesisir dalam mengendalikan erosi pantai berdasarkan kondisi fisik pantai, aspek ekonomi, persepsi masyarakat, serta partisipasi dan tata kelola wilayah. Mengingat kondisi dan masalah rehabilitasi pesisir berbeda di setiap lokasi, penerapan strategi harus diprioritaskan sesuai kebutuhan. Untuk menentukan prioritas strategi pengelolaan di masing-masing lokasi, digunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Metode ini bertujuan untuk menghasilkan rencana rehabilitasi pesisir yang terintegrasi.

Result

Tekanan dari aspek sosial dan ekonomi sangat berkaitan dengan keberhasilan pelaksanaan rehabilitasi pesisir di wilayah pesisir Kabupaten Karawang. Pendekatan rehabilitasi yang hanya berfokus pada aspek ekologi tidak cukup untuk mengatasi dampak erosi pantai secara menyeluruh. Sebenarnya, penyebab utama tantangan dalam pelaksanaan rehabilitasi pesisir terletak pada faktor sosial dan ekonomi terutama terkait dengan cara masyarakat memanfaatkan kawasan mangrove. Rendahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mendukung rehabilitasi pesisir disebabkan karena mereka kurang dilibatkan secara aktif dalam pengelolaan kawasan mangrove yang sudah direhabilitasi (Nopiana dkk., 2020). Sedangkan menurut Putra et al. (2025) untuk menjamin kelestarian ekosistem mangrove dan mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir Indonesia, diperlukan suatu strategi nasional pengelolaan ekosistem mangrove yang komprehensif dan terintegrasi, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Strategi Pengelolaan Rehabilitasi Pesisir menjelaskan bahwa strategi pengelolaan rehabilitasi pesisir yang efektif untuk mengendalikan erosi pantai di Kabupaten Karawang meliputi konservasi wilayah pesisir, rekonsiliasi sosial dan penegakan hukum, penguatan kapasitas kelompok masyarakat, serta pendidikan masyarakat. Prioritas utama dalam strategi ini adalah aspek sosial ekonomi, yang menyumbang bobot terbesar dalam analisis prioritas (65,8%), diikuti oleh kelembagaan (22,5%) dan ekologi (10,9%). Selain itu, menurut Adiansyah et al. (2025) penerapan pengelolaan sampah secara efektif dan upaya rehabilitasi mangrove dapat menjadi langkah yang berkelanjutan dalam melindungi serta mempertahankan konsevasi pesisir.

Rancangan Pengelolaan Terpadu Rehabilitasi Pesisir disimpulkan bahwa pelaksanaan rehabilitasi pesisir perlu dilakukan dengan pendekatan terpadu yang mengintegrasikan aspek sosial ekonomi, kelembagaan, dan ekologi. Fokus utama adalah penerapan metode struktur lunak seperti penanaman mangrove yang sesuai dengan karakteristik lingkungan pesisir di Kabupaten Karawang.

Rehabilitasi dan konservasi mangrove menjadi fokus utama terjadinya abrasi di wilayah pesisir yang mengancam berbagai aspek kehidupan manusia (Sudrajat et al., 2023). Menurut Witomo (2019), keberadaan kelompok peduli pesisir dalam komunitas non-adat dianggap sebagai syarat penting untuk keberhasilan upaya rehabilitasi dan konservasi tersebut yang sejajar dengan konsep pengelolaan wilayah pesisir secara terpadu. Hal ini dapat terjadi karena dalam komunitas tersebut terdapat integrasi antara pemahaman terhadap aspek ekologis dan nilai-nilai sosial ekonomi (Hafsaridewi et al., 2018).

Pengelolaan rehabilitasi pesisir ini melibatkan koordinasi antar pemangku kepentingan dari berbagai sektor dan tingkatan pemerintahan, serta masyarakat melalui program konservasi lahan perbatasan pantai, penyelesaian konflik sosial, insentif dan disinsentif untuk meningkatkan partisipasi, serta peningkatan kapasitas kelompok masyarakat pengelola lingkungan. Rancangan ini juga mengedepankan penegakan hukum untuk menjaga keberlanjutan Kawasan mangrove, pengelolaan yang transparan dan akuntabel, dan edukasi masyarakat yang diperkuat melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan integrasi dalam sistem pendidikan.

 

Daftar Pustaka

Adiansyah, D., Zs, N. Y., Nugroho, O. F., dan Ranidiah, F. 2025. Menjaga Laut, Menjaga Aset: Integrasi Lingkungan dalam Pengelolaan Sampah dan Rehabilitasi Mangrove di Pulau Pari. RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua. 3(2) 213-217.

Fauzie, A. K., 2016. Penilaian dan pengelolaan bahaya pesisir akibat banjir, erosi dan intrusi air asin di Karawang, Jawa Barat, Indonesia. Journal of Coastal Sciences. 3(2): 8-17.

Fauzie, A. K., 2017. Analisis abrasi pantai jangka pendek dan menengah dan tingkat akresi menggunakan GIS di Karawang, Jawa Barat. Jurnal Penelitian Kreatif. 3(2): 91-104.

Hafsaridewi, R., Khairuddin, R., Ninef, J., Rahadiati, A., dan Adimu, H. E. 2018. Pendekatan Sistem Sosial-Ekologi dalam Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu. Buletin Ilmiah MARINA Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. 4(2): 61-74.

Nopiana M, Yulianda F, Sulistiono, Fahrudin A, dan Yulianto G. 2020. Evaluasi dari pelaksanaan rehabilitasi untuk mengatasi erosi pantai di wilayah pesisir Kabupaten Karawang, Indonesia. AACL Bioflux. 13(6):3420-3429.

Pasaribu, R., Agus, F., Tanjung, A., dan Amdani. 2017. Indentifikasi Kerusakkan Pantai di Kabupaten Karawang. Jurnal STP Teknologi dan Penelitian Terapan. 20 (2): 185-199.

Putra, A. A., Kamal, E., Yuspardianto, Y., dan Desmiati, I. 2025. Strategi Nasional Pengelolaan Ekosistem Mangrove: Panduan Konservasi Dan Rehabilitasi Kawasan Pesisir Untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan. Journal of Marine and Estuarine Science. 1(1): 7-13.

Putri, R. D., Nedi, S., dan Efriyeldi, E. 2021. Sediment Organic Matter Content and Macrozoobenthos Abudance in the Estuary of Kambang Pesisir Selatan District West Sumatera. Asian Journal of Aquatic Sciences. 4(3): 191-196.

Sudrajat, J., Jamaludin, J., Anshari, G. Z., Gusmayanti, E., Sawerah, S., dan Jabbar, A. 2023. Analisis Keberhasilan Pengelolaan Hutan Mangrove: Kasus Rehabilitasi dan Konservasi oleh Komunitas Peduli Pesisir. Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan. 9(1): 73-86.

Witomo, C. M. 2019. Pengelolaan Wilayah Pesisir dengan Pendekatan Instrumen Ekonomi: Sebuah Reviu Teori dan Peluang Aplikasi. Buletin Ilmiah MARINA Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. 5(1): 39-52.

SUMBER JURNAL : https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/1147/1/012020/pdf

DAFTAR PUSTAKA : Nopiana, M., Yulianda, F., Fahrudin, A., Yulianto, G., & Santoso, M. P. T. 2023 Integrated management strategy of coastal rehabilitation for controlling coastal erosion: A case study of the coastal area of Karawang Regency, West Java, Indonesia. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 1147, No. 1, p. 012020). 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEARIFAN LOKAL KONSERVASI BIOTA LAUT DI INDONESIA DAN STATUSNYA