IKAN PISO-PISO/IKAN TODAK (AEOLISCUS STRIGATUS)

 IKAN PISO-PISO/IKAN TODAK (AEOLISCUS STRIGATUS) 


Disusun oleh: Mufti nazira (E1I023024) 

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

        Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.504 pulau dengan luas permukaan air yang mencapai hampir 75 persen dari total luas daratan negara. Dengan kondisi tersebut, sektor perikanan kini telah menjadi sumber pendapatan bagi perekonomian negara. Sektor ini dapat menyediakan lapangan kerja bagi 6,53 juta penduduk Indonesia dan merupakan sumber pendapatan nasional (Lumentut & Hartati, 2015).  

       Ikan hias air laut satu ini yakni ikan piso-piso atau ikan Todak perlu dipahami oleh semua kalangan, karena Ikan ini memiliki nilai ekonomi, Hal ini sejalan dengan pendapat Arofah & Gamayanti (2021) bahwa Tetapi tidak hanya menyukai keindahan ikan hias, banyak orang juga yang menggantungkan hidupnya pada pengembangbiakkan dan memasarkan ikan hias yang jenisnya bermacam-macam. Budidaya ikan hias mampu menghasilkan pemasukan ekonomi, karena beberapa jenis ikan hias harganya sangat mahal. 

Menurut Nurang (2021), bahwa Aeoliscus strigatus Atau Ikan Piso-piso memiliki warna yang dapat bervariasi sesuai dengan jenis habitatnya, umumnya berwarna kuning kehijauan dengan garis menyebar pada saat berada di habitat lamun dan berwarna pucat dengan garis hitam saat berada di habitat substrat terbuka dengan pasir putih. Ikan ini hidup secara berkelompok pada range kedalaman 2-42 m, memangsa krustasea kecil dan zooplankton. Tubuhnya terbungkus dinding transparan dan berenang sangat unik dengan moncong mengarah ke bawah dan posisi tubuh vertikal sebagai bentuk adaptasi untuk bersembunyi. Aeoliscus strigatus dikenal juga sebagai razorfish atau udang karang. 

    Antusiasme masyarakat dalam pemeliharaan ikan hias semakin meningkat menjadi motivasi utama bagi pelaku usaha budidaya untuk memelihara dan mengembangkan bisnis  mereka. Budidaya ikan hias merupakan salah satu usaha yang dapat memberikan alternatif sumber pendapatan untuk meningkatkan pendapatan para pembudidaya ikan atau pelakuusaha ikan hias (Saputra & Efianda, 2020). Kunci membudidayakan ikan hias adalah telaten dan senang di dalam pemeliharaanya (Malik et al., 2019).

     Mahasiswa dan Mahasiswi program studi Ilmu Kelautan Adalah diprioritaskan menjadi seorang yang paham tentang ilmu Kelautan, maka sangat perlu seseorang calon Kelautan memahami tentang ikan piso-piso atau ikan todak ini, Apabila seorang calon sarjana ilmu Kelautan tidak memahami ikan hias air laut satu ini maka nanti akan membuat tidak efektif dalam konservasi dan Kesulitan dalam pengelolaan Sumber Daya. 

1.2 Tujuan dan Manfaat

    Tujuan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan dan informasi penulis mengenai Ikan Piso-piso (Aeoliscus Strigatus) dan mengetahui manfaat serta bisnis dalam budidaya ikan hias air laut ini yaitu Ikan Piso-piso/Ikan todak (Aeoliscus Strigatus).


II. ISI

2.1 Klasifikasi Ikan Piso-piso/Ikan Todak (Aeoliscus Strigatus) 

       Ikan Piso-piso merupakan ikan kecil dengan ukuran maksimal panjang 15 cm (5,9 inci), tubuhnya memanjang hingga diakhiri dengan "paruh" yang panjang dan halus. Siripnya sangat mengecil dan transparan . 


Taksonomi
Kingdom : Animalia
Filum :Chordata
Kelas :Actinopteri
Ordo :Syngnathiformes
Famili :Centriscidae
Genus :Aeoliscus
Spesies :Aeoliscus strigatus 
(Günther, 1861) 

Sinonim takson :
Amphisile strigata Günther, 1861
Centriscus strigatus (Günther, 1861) 
(Cameron, C.; Pollom, R. 2016).


2.2 Siklus Hidup       

      Siklus hidup ikan Piso-piso (Aeoliscus strigatus) melibatkan beberapa tahap yang umumnya terjadi dalam kehidupan seorang ikan:
   - Siklus hidup dimulai dengan proses pemijahan, 
   - Setelah pembuahan, telur-telur berubah menjadi embrio yang berkembang di dalam cangkang telur.
   - Setelah tahap embrio, telur menetas dan menghasilkan larva ikan Piso-piso.
   - Seiring waktu, larva tumbuh dan mengalami perubahan bentuk menjadi fase muda 
   - kemudian berkembang manjadi Fase dewasa, dimana ini adalah tahap akhir dalam siklus hidup ikan Piso-piso. Spesies ini bersifat ovipar dan telur serta larvanya bersifat pelagis , anak-anaknya menetap ketika panjangnya mencapai 20 milimeter (0,79 inci), sering kali memilih untuk hidup di antara duri bulu babi Diadema (Dianne, 2018).

2.3 Rantai Makanan

        Ikan piso-piso terutama memakan udang air asin kecil dan invertebrata kecil lainnya. Mereka juga diketahui memakan krustasea kecil. Untuk mencari makan, ikan ini melacak mangsa kecil (copepoda) di dalam air dan menghisap mangsanya ke dalam mulutnya yang berbentuk tabung panjang dalam serangan yang singkat dan tiba-tiba (Buchanan, 2016).

2.4 Habitat

     Aeoliscus strigatus, menghuni terumbu karang Indo-Pasifik di perairan pesisir. Mereka mengambil postur vertikal, dengan kepala menghadap ke bawah, yang menambah kemampuan mereka untuk bermanuver dengan cepat. Posturnya yang unik dan kemampuan manuvernya yang mengesankan dimungkinkan berkat aktuasi pasangan sirip dada yang cermat (houdek, 2015).

2.5 Cara Beradaptasi

         Ikan unik ini mengadopsi posisi kepala ke bawah, ekor ke atas sebagai adaptasi, Ketika terancam oleh ikan yang lebih besar, ikan piso-piso akan lari ke bulu babi atau karang staghorn terdekat untuk mencari perlindungan. Ikan piso-piso berburu di antara duri bulu babi, terutama yang termasuk dalam genus Diadema , dan menunggu invertebrata kecil yang memakan bulu babi tersebut (Froese et, al 2018).

2.6 Fungsi dan Manfaat 

        Ikan piso-piso atau Aeoliscus strigatus merupakan kecil yang memiliki bentuk tubuh yang memanjang dam memipih, ia memiliki beberapa fungsi dan manfaat pada lingkungan, di antaranya 
Sebagai Pembersih Ekosistem, Ikan piso-piso membantu menjaga kebersihan ekosistem air dengan memakan sisa-sisa organik, detritus, dan serangga yang mati, berkontribusi pada pemeliharaan keseimbangan lingkungan, 
Sebagai Indikator Kualitas Air, Kehadiran ikan piso-piso dapat menjadi indikator kualitas air yang baik, karena ikan ini cenderung hidup di lingkungan yang bersih dan sehat, memberikan petunjuk tentang keadaan lingkungan perairan.
Sebagai Pendukung Ekowisata, Ikan piso-piso memiliki potensi sebagai daya tarik ekowisata, membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan keberlanjutan ekosistem air dan mempromosikan pelestarian lingkungan.

2.7 Strategi Pengelolaan

                Pemasaran ikan Piso-piso atau Aeoliscus strigatus bisa bervariasi tergantung pada konteksnya, tetapi secara umum yang dapat dilakukan dalam pemasaran ikan tersebut dengan menjalin hubungan dengan distributor atau pedagang ikan yang dapat membantu memperluas jangkauan pasar, serta bisa meliputi promosi di media sosial, pameran dagang, serta program diskon. 


III. PENUTUP

3.1 Kesimpulan 

        Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Ikan Piso-piso dapat disimpulkan bahwa ikan Piso-piso (Aeoliscus Strigatus) ini memiliki daya tarik yang cukup tinggi sebagai ikan hias air laut untuk meningkatkan motivasi utama bagi pelaku usaha budidaya untuk memelihara dan mengembangkan bisnis, Serta Ikan Piso-piso (Aeoliscus Strigatus) ini memiliki fungsi dan manfaat yang baik terhadap lingkungan. 

3.2 Saran 

        Populasi spesies ini bisa menurun karena banyaknya ekosistem padang lamun yang rusak dan terdegradasi di berbagai wilayah pada kawasan sebarannya. Meski demikian, ancaman ini masih belum diukur pada sebagian besar wilayah sebarannya dan spesies dalam genus Centriscus merupakan spesies yang banyak diperjualbelikan untuk keperluan hobi akuarium, dan dampak dari perdagangan ini terhadap populasi liarnya masih belum diketahui, Jadi penting untuk mendukung upaya konservasi dan pemulihan ekosistem padang lamun serta mengelola perdagangan spesies akuatik dengan bijaksana. Ini dapat melibatkan perlindungan habitat, regulasi perdagangan, dan pendekatan berkelanjutan untuk memastikan kelangsungan hidup spesies tersebut di alam liar. 



DAFTAR PUSTAKA

Arofah NZ, Gamayanti W. 2021. Pengelolaan sistem pemasaran online dalam budidaya ikan cupang. Proc. Uin Sunan, November, 2021.

Buchanan-Nogueron, F. (2016). Mata Udang Panjang Fokus dan Pemberian Makan.

Cameron, C.; Pollom, R. (2016). "Aeoliscus strigatus".The IUCN Red List of Threatened Species                     
Dianne J.Bray & Vanessa J.Thompson. (2018) Aeoliscus strigatus . Ikan Australia . Museum Victoria
                     
Froese, RainerPauly, Daniel (2018). "Aeoliscus strigatus"diFishBase.

Houdek, S. (2015). Robot Biomimetik yang Mencontoh Ikan Udang, Aeoliscus  strigatus.  
                    
Lumentut HB, Hartati S. 2015. Sistem pendukung  keputusan untuk memilih budidaya ikan air tawar menggunakan AF-TOPSIS. IJCCS (Indonesian J. Comput. Cybern. Sysm). 9 (2). 
                                                                           
Malik T, Syaifudin M, Amin M. 2019. Maskulinisasi ikan guppy (Poecilia   Reticulata)Melalui Penggunaan Air Kelapa  (Cocos Nucifera) Dengan Konsentrasi Berbeda. Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia. 7 (1):13-24.
             
Nuranggitasari, D., & Kurniawan, AP (2021). Keanekaragaman Ikan Karang di Pantai                  Pancuran dan Kawasan Pelabuhan Taman Nasional Karimunjawa. Jurnal Biologi Tropis , 21 (3), 1038-1046.

Saputra F dan Efianda TR. 2020. Pelatihan manajemen pemeliharaan ikan cupang sebagai ikan hias yang berpotensi  meningkatkan pendapatan masyarakat. J. Mar. Kreat. 2 (1):44-49.


#Ilmukelautanunib #Ilmukelautan #Yarjohan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEARIFAN LOKAL KONSERVASI BIOTA LAUT DI INDONESIA DAN STATUSNYA

REVIEW JURNAL